4 Juni 2026

National Foam AvioF3 Green Mil: Solusi Foam Pemadam Bebas Fluorin Tersertifikasi untuk Bandara dan Industri Migas di Indonesia

Setiap bandara yang beroperasi di Indonesia menyimpan satu skenario darurat yang paling ditakuti: kebakaran bahan bakar pesawat di landasan. Bahan bakar jet seperti Jet-A dan Jet-A1 terbakar dengan intensitas ekstrem. Waktu respons yang tersedia sangat sempit. Dan dalam hitungan menit pertama, foam pemadam yang digunakan menentukan apakah penumpang selamat atau tidak.

Selama lebih dari lima dekade, AFFF menjadi andalan sistem Aircraft Rescue and Fire Fighting di seluruh dunia. Namun kini, era AFFF telah berakhir. Kandungan PFAS di dalamnya terbukti merusak lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan jangka panjang. Industri aviasi global sudah bergerak maju. Dan Indonesia tidak bisa terus menunggu.

Inilah saatnya mengenal National Foam AvioF3 Green Mil 3%. Produk ini adalah foam pemadam bebas fluorin generasi terbaru, dirancang khusus untuk operasi crash rescue di bandara dan fasilitas migas.

Mengapa Foam Pemadam Bandara Tidak Boleh Salah Pilih

Kebakaran pesawat berbeda dari kebakaran industri pada umumnya. Unit ARFF di bandara memiliki dua fungsi utama. Pertama, menyelamatkan jiwa dan harta benda dari pesawat yang mengalami insiden. Kedua, mencegah, mengendalikan, dan memadamkan api di seluruh fasilitas bandara. Kedua fungsi ini harus dijalankan secara bersamaan dalam kondisi tekanan tinggi.

Lebih jauh lagi, ARFF dituntut untuk tiba di lokasi kejadian dalam waktu tiga hingga empat menit setelah terjadinya insiden pesawat. Dalam jendela waktu yang sangat sempit itu, foam yang digunakan harus langsung bekerja dengan efektif. Tidak ada ruang untuk trial and error. Tidak ada kesempatan kedua.

Itulah mengapa pemilihan foam pemadam untuk lingkungan aviasi bukan sekadar keputusan pengadaan biasa. Ini adalah keputusan keselamatan jiwa yang harus didasarkan pada sertifikasi teknikal yang ketat, bukan hanya harga terbaik di katalog.

Kondisi ini berlaku sama untuk fasilitas migas seperti kilang minyak, terminal BBM, dan depot bahan bakar. Area-area tersebut menyimpan volume bahan bakar hidrokarbon dalam skala besar. Risiko tumpahan bahan bakar dan kebakaran kilat sangat tinggi. Sistem foam yang digunakan harus mampu merespons cepat dan membentuk vapor-sealing blanket yang stabil di atas permukaan bahan bakar.

Avio Green Mil

Mengenal National Foam AvioF3 Green Mil: Spesifikasi dan Keunggulan Teknisnya

National Foam AvioF3 Green Mil 3% adalah Synthetic Fluorine Free Foam Concentrate yang dikembangkan khusus untuk operasi crash rescue di bandara sipil maupun militer. Produk ini bukan sekadar alternatif pengganti AFFF. Ini adalah solusi yang dibangun dari nol dengan standar yang lebih tinggi dan tanpa kompromi terhadap kandungan berbahaya.

AvioF3 Green Mil 3% menghadirkan knockdown yang cepat, resistensi burn-back yang kuat, dan kemampuan vapor suppression pada kebakaran bahan bakar Jet-A, Jet-A1, dan bensin. Ketiga kemampuan ini adalah tiga pilar utama yang dibutuhkan dalam operasi pemadaman kebakaran pesawat di lapangan.

Dari sisi kompatibilitas operasional, produk ini dirancang dengan sifat aliran Newtonian dan viskositas rendah. Artinya, AvioF3 Green Mil dapat langsung digunakan pada sistem proportioning yang sudah terpasang di truk ARFF yang ada saat ini. Tidak diperlukan penggantian peralatan besar-besaran untuk beralih ke produk ini.

Yang paling penting dari sisi regulasi, AvioF3 Green Mil 3% telah mendapat persetujuan NAVSEA. Produk ini juga masuk dalam Military Specification MIL-PRF-32725 Qualified Product List sebagai alternatif unggul pengganti AFFF konvensional. Sertifikasi ini adalah bukti bahwa produk ini telah melewati serangkaian uji performa, toksisitas, biodegradabilitas, dan kepatuhan lingkungan yang paling ketat di industri.

Selain itu, AvioF3 Green Mil 3% adalah produk 100% biodegradable dan memenuhi seluruh persyaratan teknikal, lingkungan, dan kimia dari spesifikasi MIL-PRF-32725 yang baru. Dengan kata lain, produk ini tidak hanya aman digunakan. Produk ini juga aman bagi lingkungan sekitar fasilitas operasional Anda.

Siapa yang Paling Membutuhkan AvioF3 di Indonesia?

Indonesia memiliki jaringan penerbangan yang sangat luas. Setiap bandara internasional dan domestik skala besar wajib memiliki unit ARFF yang beroperasi sesuai standar ICAO dan regulasi Dirjen Perhubungan Udara. Bandara-bandara besar seperti Soekarno-Hatta di Tangerang, Juanda di Surabaya, dan Sultan Hasanuddin di Makassar semuanya mengoperasikan sistem ARFF aktif. Begitu pula Ngurah Rai di Bali, Sultan Syarif Kasim di Pekanbaru, Sepinggan di Balikpapan, dan Kualanamu di Medan. Seluruh bandara ini memiliki kebutuhan foam yang besar dan reguler.

Selain bandara, fasilitas industri migas di Indonesia juga masuk dalam kategori pengguna prioritas. Kilang Pertamina di Cilacap, Balikpapan, Dumai, Plaju, dan Balongan semuanya menyimpan bahan bakar hidrokarbon dalam volume yang sangat besar. Terminal BBM yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, juga membutuhkan sistem foam pemadam yang andal dan tersertifikasi.

Untuk seluruh fasilitas ini, transisi dari AFFF ke AvioF3 Green Mil bukan hanya soal mengikuti tren global. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional yang semakin ketat. Sekaligus, langkah ini melindungi lingkungan di sekitar fasilitas dari kontaminasi PFAS yang bersifat permanen.

Bandara dan Pesawat

Transisi dari AFFF ke AvioF3: Lebih Mudah dari yang Dibayangkan

Salah satu kekhawatiran terbesar yang sering muncul ketika membahas transisi foam adalah kompleksitas prosesnya. Banyak pihak mengasumsikan bahwa beralih ke foam baru berarti mengganti seluruh infrastruktur sistem, melatih ulang seluruh tim, dan menghadapi downtime operasional yang panjang.

Pada kenyataannya, transisi ke AvioF3 Green Mil dapat dilakukan secara terencana dan bertahap. Langkah pertama adalah melakukan audit terhadap seluruh stok foam yang ada dan memverifikasi kandungan PFAS-nya. Langkah berikutnya adalah memeriksa kompatibilitas sistem proportioning yang terpasang dengan spesifikasi AvioF3. Terakhir, disposal foam lama dilakukan sesuai prosedur lingkungan yang berlaku sebelum pengisian dengan AvioF3 dimulai.

Karena AvioF3 Green Mil dirancang kompatibel dengan sistem proportioning ARFF standar yang sudah ada, sebagian besar fasilitas tidak memerlukan modifikasi peralatan yang signifikan. Ini berarti waktu transisi lebih singkat dan biaya konversi jauh lebih terkendali.

PT Dinar Inti Duba, sebagai distributor resmi National Foam di Indonesia, siap mendampingi seluruh proses ini. Mulai dari audit stok foam, evaluasi kompatibilitas sistem, dan perencanaan transisi. Hingga pengadaan produk dan dukungan teknis purna jual. Semuanya tersedia dalam satu paket layanan terintegrasi.

Dhoho Airport Kediri
Bandara dan fasilitas migas di seluruh Indonesia tidak perlu menghadapi transisi ini sendirian. Dengan dukungan tim teknis Dinar Inti Duba dan produk National Foam yang sudah tersertifikasi internasional, transisi ini dapat berjalan lancar. Perjalanan menuju sistem proteksi kebakaran yang lebih aman dan bertanggung jawab dapat dimulai hari ini.

Apakah fasilitas Anda masih menggunakan AFFF? Hubungi tim Dinar Inti Duba untuk audit foam gratis dan panduan transisi ke National Foam AvioF3 Green Mil yang sesuai standar internasional.

Bagikan artikel ini di sosial media:

error: Content is protected !!

We have exclusive offer just for you, Leave your details and we'll talk soon.

We are passionate about fire protection and safety. We are a growing company that offers a range of products and services to meet your needs. We are here to help you reach your goal of a safer and more secure environment.