18 Agustus 2025
Risiko Kebakaran dari Pengelasan & Cara Meminimalkannya
Pekerjaan konstruksi modern tidak terlepas dari proses pengelasan, pemotongan logam, atau pekerjaan panas lainnya (hot work). Namun, tahukah Anda bahwa aktivitas ini termasuk salah satu penyebab utama kebakaran di lokasi proyek? Data menunjukkan bahwa percikan api sekecil apapun dari las atau gerinda bisa memicu kebakaran besar jika bertemu bahan mudah terbakar di area kerja.
Di Indonesia, masih banyak proyek yang mengabaikan prosedur hot work safety, baik karena keterbatasan anggaran, waktu, atau minimnya pemahaman. Padahal, satu insiden kebakaran dapat menghentikan proyek, menyebabkan kerugian miliaran rupiah, dan bahkan menelan korban jiwa. Artikel ini akan membahas risiko kebakaran dari pekerjaan pengelasan serta langkah-langkah pencegahan efektif yang wajib diterapkan oleh kontraktor, site manager, dan safety officer.
Mengapa Pekerjaan Pengelasan Berisiko Tinggi Menyebabkan Kebakaran?
Percikan Api & Logam Panas – Suhu percikan dari pengelasan bisa mencapai lebih dari 1.000°C, cukup untuk menyalakan kain, serbuk kayu, atau cat berbasis solvent.
Gas & Bahan Bakar – Tabung gas asetilena, oksigen, atau LPG yang digunakan saat hot work dapat menjadi sumber ledakan jika bocor atau salah penanganan.
Lingkungan Proyek yang Kompleks – Area konstruksi sering penuh material mudah terbakar, kabel terbuka, atau pelapis dinding sementara yang tidak tahan panas.
Kurangnya Pengawasan – Banyak kebakaran terjadi setelah jam kerja karena tidak ada pemeriksaan pasca-pengelasan.
Cara Meminimalkan Risiko Kebakaran dari Hot Work
1. Terapkan Sistem Hot Work Permit
Setiap pekerjaan pengelasan wajib menggunakan Hot Work Permit. Dokumen ini memastikan:
- Area kerja sudah dibersihkan dari bahan mudah terbakar.
- Operator dilengkapi APD (Alat Pelindung Diri) yang sesuai.
- Personel pengawas (fire watch) ditunjuk dan siap bertindak jika terjadi percikan api berlebihan.
Hot Work Permit bukan sekadar formalitas. Dengan prosedur ini, setiap tahapan pekerjaan terkontrol, dan potensi risiko teridentifikasi sebelum pekerjaan dimulai.
2. Monitoring & Fire Watch Selama dan Setelah Pekerjaan
Pengawasan aktif adalah kunci. Minimal satu orang fire watch harus berada di lokasi selama pekerjaan berlangsung dan setidaknya 30-60 menit setelah selesai. Mereka bertugas mendeteksi titik panas, memadamkan api kecil segera, dan memastikan area benar-benar aman.
3. Gunakan Portable Fire Suppression
Peralatan pemadam portabel seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan), fire blanket, atau bahkan sistem deluge portable wajib tersedia dalam jangkauan 5-10 meter dari lokasi kerja.
- APAR Shilla Fire: handal untuk mengatasi percikan api logam dan bahan mudah terbakar.
- Fire Blanket: efektif menutup sumber api kecil atau melindungi permukaan sekitar dari percikan.
- Temporary Sprinkler/Deluge Portable: solusi ideal untuk area kerja dengan risiko tinggi atau saat pekerjaan berlangsung di malam hari.
4. Isolasi Area Kerja
Gunakan tirai tahan api atau sekat logam untuk memisahkan area hot work dari material mudah terbakar. Ini mengurangi kemungkinan percikan api menjangkau tempat berbahaya.
5. Pemeriksaan Pra dan Pasca Pekerjaan
Sebelum mulai, pastikan semua tabung gas, kabel, dan peralatan dalam kondisi prima. Setelah selesai, lakukan inspeksi menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api tersisa di area kerja.
Solusi Lengkap Hot Work Safety
Untuk mendukung penerapan pencegahan kebakaran di lokasi konstruksi, Dinar Inti Duba menyediakan berbagai produk dan layanan:
APAR Shilla Fire – pilihan APAR berkualitas untuk berbagai kelas kebakaran di lokasi konstruksi.
Fire Blanket & Hot Work Safety Kit – paket lengkap untuk proteksi area pengelasan.
Temporary Sprinkler & Deluge Portable – perlindungan tambahan untuk proyek berskala besar.
Pelatihan & Sertifikasi Hot Work Safety – memastikan tim Anda memahami standar keselamatan terkini.
Dengan dukungan produk premium dan pelatihan profesional, Dinar Inti Duba siap membantu kontraktor, site manager, dan safety officer menjaga keselamatan proyek Anda sekaligus memenuhi standar K3 yang berlaku.
Pekerjaan pengelasan memang vital dalam konstruksi, tetapi risikonya tidak bisa diremehkan. Dengan sistem hot work permit, pengawasan ketat, perlengkapan pemadam yang tepat, serta dukungan mitra terpercaya seperti Dinar Inti Duba, risiko kebakaran dapat ditekan seminimal mungkin.